Firdaus Djaelani, salah seorang pendiri KMB (Keluarga Mahasiswa Betawi), tidak saja menilai Sylviana Murni sebagai perempuan
yang cerdas. Tapi juga menganggapnya sebagai asset Jakarta yang tiada
ternilai harganya. Sebagai asset yang berharga, "Dia harus dijaga agar
keberadaannya membawa manfaat. Tidak saja bagi warga Betawi. Melainkan
juga bagi masyarakat Jakarta," kata Firdaus.
Dalam komunitas
masyarakat Betawi, Firdaus dikenal sebagai salah seorang figur
pembaharu. Dia dapat dikatakan "Anak Betawi Modern." Paling tidak,
ketika masih banyak anak muda Betawi yang kurang atau bahkan tidak
peduli akan arti penting berorganisasi, Firdaus justeru mendirikan KMB
untuk mempersatukan rumpun mahasiswa Betawi. KMB inilah embrio Bamus
Betawi yg kemudian menaungi berbagai organisasi warga Betawi seperti
Forkabi, Rempug Betawi dan lainnya. Ketika KMB didirikan pada awal tahun
80an, Firdaus tercatat sebagai mahasiswa UI. Sedangkan Sylvi adalah
mahasiswa Universitas Jayabaya. Disaat Firdaus menjabat sebagai Ketua
Umum KMB, Sylvi menjabat sebagai salah seorang Ketua Bidang. "Jadi saya
mengenal Sylvi sudah begitu lama," ungkap Firdaus.
Meski
berbeda kampus dan kemudian berbeda profesi, tidak membuat hubungan
keduanya menjadi terputus. Ketika Sylvi menikah, Firdaus bertindak
sebagai ketua panitia. "Saya juga mengenal suaminya. Pria yg memang
pantas mendampingi Sylvi. Sukses Sylvi menapak karir hingga hari ini,
tidak terlepas dari peran dan dukungan sang suami. Saya yakin betul hal
itu karena seperti saya katakan tadi, saya mengenal dengan baik siapa
suaminya," tutur Firdaus.....
Home »
Pelayan masyarakat
» Sylviana Murni asset Jakarta


0 comments:
Post a Comment